
Pandemi dan Digital Marketing
Oleh :Nur Aini Humairah
Halo Sobat Dunia Kampus !
Kebutuhan digital marketing penting untuk entrepreneur muda karena kemajuan tenologi informasi dan komunikasi di era ini menjadi hal yang harus dan wajib dipahami kita semua sebagai bagian dari strategi pemasaran kewirausahaan. Era pandemi membuktikan betapa pentingnya digital marketing di dunia kewirausahaan, dimana media pemasaran secara langsung sangat dibatasi sehingga media digital menjadi satu satunya solusi sebagai media pemasaran saat pandemi covid-19 ini.
The internet and digital technologies are transforming our world. Digital technology has to be our future – Jean Claude Juncker. Melalui kutipan ini kita mengetahui peran internet dan teknologi digital semakin dirasa pentingnya dalam kegiatan kewirausahaan supaya kita bisa memangkan persaingan dalam berwirausaha. Jika ingin kita menguasai masa depan kita harus menguasai teknologi. Teori Darwin mengatakan manusia yang bisa memenangkan pertandingan adalah bukan orang yang paling kuat, bukan juga yang paling besar, namun yang paling bisa beradaptasi pada perubahan. Sehingga berdasarkan kutipan ini kita dituntut untuk selalu mengikuti perkembangan yang ada
Digital marketing penting dan menjadi pertimbangan entrepeneur muda sebagai media pemasarannya. Berdasarkan data periode Januari 2019 terdapat 268,2 juta populasi masyarakat, dari populasi tersebut terdapat 355,5 juta populasi menggunakan media digital dan 150 juta diataranya sudah melakukan penetrasi terhadap penggunaan internet. Dari populasi internet itu dipekirakan seluruhnya mengakses media sosial dan 80% persennnya mengakses media sosial melalui smartphone. Kemudian pada Januari 2020 terdapat tambahan populasi sebanyak 1.1%, pengguna media digital meningkat 4,6%, lalu pengguna internet meningkat cukup tinggi sekitar 17% dan pengguna media sosial meningkat 8,1%. Dapat dilihat peningkatan pada mengguna internet dan media sosial meningkat cukup tinggi sehingga dapat dipastikan pola baru masyarakat yang cukup rutin mengakses internet. Sehingga para entrepreneur muda dapat mempetimbangkan media digital sebagai strategi pemasarannya karena media knvensional seperti brosur, billboard dirasa tidak akan selalu dibaca masyarakat. Misal orang bisa saja lupa manyimpan lembar brosurnya dan dalam hal billboard masyarakat bisa saja tidak selalu melewati jalan yang sama dan kurangnya kemauan masyarakat untuk membaca billboard. Dari kelemahan media konvensional tadi, media digital dianggap akan lebih meluas dan mudah dijangkau masyarakat dalam penyampaian pemasarannya.
Berdasarkan data juga, diperkirakan masyarakat dalam mengakses internet rata-rata 8,5 jam perhari dan rata-rata setiap masyarakat buka sosial media diperkirakan 3,5 jam sehari. Dalam era ini, terkhusus era pandemi yang sangat membatasi pergerakan masyarakat keluar sehingga masyarakat dalam menghindari kebosanannya sering memilih untuk selalu membuka sosial media dan menggunakan media digital dari rumah masing-masing. Media sosial Youtube menempati urutan pertama sebagai media sosial yang paling sering dikunjungi oleh pengguna sosial media, diikuti Whatsapp, Facebook, Instagram, Line, dan Twitter di urutan ke enam. Para entrepeneur muda pun dapat memilih sekiranya mana platform media sosial yang dirasa akan menaikkan kunjungan kepada tokoknya atau sekadar mengenalkan usahanya ke masyarakat yang lebih luas. Wirausahawan pun harus semakin menganalisis dan paham pentingnya media sosial dalam strategi pemasaran usahanya.
Strategi usaha yang dibagun bertujuan agar usaha kita menjadi berkembang, agar produk kita dikenal, dan agar usaha kita mampu berdaya saing dengan usaha lainnya. Dalam merancang strategi ini dikenal Sostac Marketing Diagram, dimana tahapannya antara lain
- Situation analysis, menjelaskan tentang posisi kita sedang berada dimana
- Objectives, disini kita menentukan tujuan kita kedepannya mau menjadi apa
- Strategy, dalam strategi kita membicarakan bagaimana kita bisa mencapai tujuan tersebut
- Tactics, setelah strategi, dalam taktik ini merupakan pengerucutan dari strategi yang membahas cara-cara yang lebih jelas untuk mencapai tujuan
- Actions, jika taktik sudah dibahas yang penting kemudian adalah implementasi berupa aksi. Dalam action ini semakin terlihat detail dari taktik yang sudah kita buat
- Control, setelah aksi sudah kita lakukan dan sudah berjalan, kagiatan controlling atau pengawasan menjadi aspek atau tahap penting lainnya. Disini kita menyusun apakah langkah yang sudah kita susun sudah cukup mengarahkan kita pada tujuan yang sudah kita buat di awal. Jika belum, maka kita akan menyusun dari awal yaitu kembali ke situation analysis dan mencari bagaimana pemecahan masalahnya
PadaObjectives, kita mengenal bahwa ada 5s dalam digital marketing yaitu
- Sale, yaitu dengan mencatat tingkat penjualan kita seperti apa
- Serve, disini membicarakan bagaimana kita saat ini dalam meberikan pelayan kepada konsumen kita
- Save, kita mengetahui sudah efisienkah usaha kita dalam penggunanan biaya seperti biaya sewa dan media pemasaran.
- Speak, yaitu bagaimana kita mengkomunikasikan layanan yg kita punya kepada kosmumen kita. Disini kita dapat menentukan sudahkah strategi kita efektif dalam menyentuh konsumen
- Sizzle, bagaiman kita melaukan extention ke produk kita. Jika dulu kita menunggu ditoko berharap konsumen datang ke kita, namun melalui media digital kita lebih bisa mendekati konsumen dan informasi tersebut akan terus tersebar dan memperpanjang atau memperluas cakupan pemasaran dan layanan kita.
Di situation analysis juga kita dapat menentukan mengenai posisi kita sedang berada dimana dan seperti apa. Kita juga dapat melihat pandangan konsumen mengenai keberadaan kita, menyusun SWOT mengenai kekuatan kelemahan usaha kita seperti apa serta peluang dan acaman usaha kita diluar seperti apa sehingga dapat melalukan evaluasi usaha.
Selanjutnya ada objek, yaitu kita mau kemana. Maksud dari hal ini adalah objek yang perlu kita ubah antara lain, bagaimana caranya untuk improve 5s yang sudah tetapkan dan pengefisiensian pada usaha kita. Kemudian kita menyusun strategi seperti segmen, target, dan value proporsition kita mau yang seperti apa. Peningkatan kreadibilitas juga perlu diperhatikan melalui media digital seperti pemberian deskipsi produk yang jelas atau memberikan ruang bebas konsumen untuk konsumen mengulas produk kita. Berdasarkan ulasan tersebut juga kita secara cuma-cuma mendapat ulasan positif yang secara tidak langsung mengajak masyarakat lain utnuk menggunakan usaha kita. Ulasan negatif pun dapat kita gunakan sebagai bahan evaluasi terkait produk yang sudah kita buat.
Dalam strategi juga dibahas tools dan channel apa yang akan kita gunakan, kemudian taktik yang membahas cara marketing apa yang akan kita lakukan dan platform apa yang akan kita gunakan dalam strategi pemasaran ke masyarakat luas, serta identifikasi waktu untuk strategi pemasaran yang akan kita laukan. Di action, kita melakukan promosi-promosi yang sudah kita tetapkan di taktik. Selanjutnya adalah control yaitu kita perlu merancang key performances indicator sebagai indijator performa apakah dirasa sudah cukup dan merupakan cara yang tepat untuk kita sampai ke tujuan yang sudah kita buat dan apakah taktik dan strategi yang kita pilih apakah sudah efisien dalam kegiatan wirausaha yang kita lakukan.
Pada objek kita meyusun 5s sebagai tujuan kita, kemudian kita harus tau di key performances apakah sales sudah meningkat sesuai kemauan kita, apakah pelayanan kita sudah yang terbaik, serta apakah pengenalan dan pendekatan kita kepada kosumen sudah melakukan cara yang tepat.
© Copyright Nur Aini Humairah